BIMBINGAN BELAJAR DAN KEGAGALAN PROSES PENDIDKAN

Tahun ajaran baru, bagi sebagian orang tua adalah masa-masa yang paling sibuk dan menguras banyak tabungan.  Mereka biasanya mendaftarkan anaknya ke  sekolah, membeli pakaian baru, alat tulis dan buku baru.  Satu hal yang tidak bisa dikesampingkan adalah mereka juga suka tidak suka harus mendaftarkan anaknya ke lembaga bimbingan belajar, yang tentunya biayanya cukup mahal.  Kondisi seperti ini seolah menjadi ritual tahunan bagi orang tua.

Satu hal yang perlu kita soroti adalah keberadaan lembaga bimbingan belajar. Hampir sebagian besar siswa, khususnya yang tinggal diperkotaan berbondong-bondong masuk bimbingan belajar. Mereka yakin betul bahwa dengan masuk bimbingan belajar bisa meningkatkan prestasi di sekolah, lolos Ujian Nasional,  bahkan bisa menembus perguruan tinggi yang diharapkannya (Paforit). Biasanya pihak bimbingan belajar juga merespon dengan janji-janji yang  mampu menarik perhatian siswa. Mulai dari mampu meloloskan UN sampai sukses keperguruan tinggi. Bahkan ada yang berani memberikan jaminan apabila gagal uang kembali. Janji – janji tersebut seolah menghipnotis anak dan orang tua, baik yang benar-benar mampu atau terpaksa secara finansial.

Fenomena  seperti ini menarik untuk kita simak karena secara tidak langsung berkaitan dengan tigkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, khususnya proses pembelajaran di sekolah. Sebagian orang tua bahkan lebih percaya kepada bimbingan belajar ketimbang ke sekolah. Berapaun biaya yang harus dikeluarkan untuk bimbingan belajar pasti mereka akan keluarkan.

Pertanyaan yang paling pantas kita ajukan adalah ada apa dengan dunia pendidikan kita, sehingga bimbingan begitu mampu menarik minat anak dan orang tua? apakah kualitas guru di bimbingan belajar lebih baik dari guru di sekolah? apakah proses pembelajaran di bimbingan belajar lebih baik  dari sekolah? Mari kita renungkan bersama, bahwa proses pendidikan itu  tidak sekedar siswa mampu menjawab soal UN atau SNPTN saja, seperti yang diajarkan di bimbingan belajar, melainkan proses pembelajaran harus menyentuh berbagai potensi siswa supaya mereka siap dan mampu hidup bermasyarakat. …. berikan tanggapan……………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.