SEKOLAH BERASRAMA (BOARDING SCHOOL) SEKOLAH ALTERNATIF BAGI ORANG TUA SUPERSIBUK
Istilah Boarding School (sekolah berasrama) bagi sebagian orang tua masih asing. Terbatasnya informasi adalah salah satu kendalanya. Padahal sekolah berasrama merupakan sekolah alternatif yang sangat tepat bagi orang tua yang super sibuk. Orang tua tidak dipusingkan lagi dengan rutinitas sekolah anak, tetapi cukup memantaunya dari rumah atau tempat kerja.
Sekolah berasrama juga sangat cocok untuk orang tua yang hidup di kota-kota besar, dengan tingkat pergaulan remajanya yang sangat mengkhawatirkan. Seperti pergaulan bebas, narkoba, dan tawuran. Dimana Orang tua selalu dihantui dengan perasaaan cemas dan was – was ketika anaknya belum atau terlambat pulang. Di sekolah berasrama kehawatiran bisa berkurang karena selama 24 jam, anak berada dalam pengawasan sekolah. Namun, dalam hal ini bukan artinya orang tua melepaskan tanggung jawab begitu saja, melainkan orang tua harus tetap bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Kelebihan lain sekolah berasrama adalah, biasanya sekolah telah merancang setiap aktivitas anak dengan baik, mulai dari bangun tidur, belajar di sekolah, belajar di asrama sampai kegiatan ektrakurikuler yang wajib di ikuti oleh setiap anak. Tersusunnya jadwal tersebut, memungkinkan anak akan nyaman, dan secara langsung akan berdampak terhadap perkembangan potensinya, baik secara akademik maupun non-akademik. Selain itu, anak yang sekolah berasrama biasanya akan lebih mandiri bila dibandingkan dengan anak yang sekolah reguler. Hal itu dimungkinkan karena di sekolah berasrama anak diberi peranan lebih untuk mengatur dirinya sendiri.
Permasalahannya sekarang adalah, bagaiamana cara memilih sekolah berasrama yang baik? Secara sederhana yang harus diperhatikan dalam memilih sekolah berasrama adalah sebagai berikut: pertama perhatikan Visi dan misi sekolah. Kedua Kurikulumnya. Ketiga fasilitas sekolah. Keempat fasilitas asrama. Kelima fasilitas olahraga atau ruang terbuka. Keenam lulusannya. Ketujuh status sekolah, apa terakreditasi atau tidak. Ketujuh apabila perlu tanyakan para pendirinya. Kedelapan adakan survey terhadap aktivitas siswanya, baik aktivitas belajar, ekstrakurikuler, keagamaannya, maupun pergaulan siswanya. Akan lebih baik survey ini dilakukan lebih dari satu kali. Terakhir, bertanyalah kepada orang tua yang sudah menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Apabila semua langkah itu dilakukan pasti tidak akan salah mendaftakan anaknya untuk sekolah berasrama.